akibat dari sampah penebangan pohon bambu yang dibuang secara sembarangan ke sungai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, pada tahun 2022 lalu, jembatan penghubung menuju tegalan masyarakat terputus akibat banjir yang membawa sisa sisa potongan bambu yang dibuang kesungai. dikarenakan memerlukan anggaran yang cukup besar untuk membangun jembatan tersebut, kepala desa sudah beberapa kali memohon bantuan agar jembatan tersebut dapat dibangun kembali. sampai pada hari ini, jembatan yang diharapkan masyarakat belum juga dapat direalisasikan, sehingga tahun ini (2025) Kepala Desa berinisiatif untuk membangun jembatan semi permanen agar akses masyarakat menuju tegalan/ lahan pertanian dapat dijangkau dengan jarak yang lebih cepat.